Kamis, 30 Juni 2016

Tahukah Anda Inilah Fakta Ilmiah Lailatul Qadar yang Di Sembunyikan Badan ANTARIKSA

Umat Muslim di seluruh dunia pasti tau mengenai Lailatul Qadar karena iklus satu tahunan (Hijriyah) bernilai 1000 kali bulan purnama dan malam yang nilainya 1000 bulan purnama ya itu adalah Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. Dan sedangkan Lailatul Qadar itu terjadi di bulan Ramadhan. Jadi, siklus badai matahari yang berulang setiap tahunan (Hijriyah) terjadi setiap buan Ramadhan. Itulah sebabnya sejarah Nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakikat sebuah kehidupan, bertapa, pada setiap bulan.



Sayang sekali fakta ilmiah tentang Malam Lailatul Qodar ini ditutupi oleh NASA, lembaga antariksa yang kini berpusat di Amerika. Kepala lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Qur’an dan Sunnah di Mesir, Beliau Dr. Abdul Basith As-Sayyid telah menegaskan bahwa Badan Nasional
Antariksa Amerika (NASA) telah sengaja menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah mengenai (malam) Lailatul Qodar.

Karena menurutnya sesuai dengan hadits Nabi bahwa Malam Lailatul Qodar adalah “baljah”; karena tingkat suhunya sedang, tidak ada bintang bintang atau meteor jatuh ke atmosfer bumi, dan pagi harinya matahari keluar tanpa radiasi cahaya. Sayyid menegaskan bahwa setiap hari-hari biasa ada kurang lebih 10 bintang dan 20 ribu meteor jatuh ke atmosfer bumi, terkecuali Malam Lailatul Qodar yang dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun. Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 yang tahun lalu. Akan tetapi mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non-muslim tidak tertarik masuk untuk Islam. Pernyataan ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Carner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.
       
Beliau Dr. Abdul Basith As-Sayyid dalam sebuah program TV di Mesir menegaskan, pakar Carner akhirnya memeluk Islam dan harus kehilangan jabatannya tinggi di NASA. Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan kritikan dari pakar pakar Islam. Pakar geologi Islam, Zaglol Najajr, pernah menegaskan bahwa NASA me-remove atau menghapus satu halaman situs resminya yang di publish selama 21 hari. Halaman itu Bukti nyata tentang hasil ilmiah yakni cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.

Kalau saja NASA membeberkan saat tidak ada bintang dan meteor, pasti memudahkan orang Islam dalam mengetahui malam Lailatul Qodar!

Subahanallah sungguh mulia Allah, S.W.T yang telah menciptakan alam ini, semoga kita semua mendapatkan malam lailatul qadar, (amiin)

Sumber : iniinfo

Minggu, 13 Maret 2016

Kisah Nyata Dosen yang Menginjak Al-Quran, Inilah Yang Terjadi...!!!

AL-QURAN sangat dijaga kesuciannya oleh Allah SWT. Barang siapa menghina Al-Qur’an, ia akan diberi pelajaran oleh Allah. Seperti kisah berikut ini.


Dosen: “Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia lebay. Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara Amerika menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran? Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Qur’an ditulis saja kok. Yang Qur’annya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan.”

Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Qur’an kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.

Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas. Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen. Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mahasiswa: “Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisis bapak yang ada di sini,” ujarnya sambil membolak balik halaman diktat tersebut.

“Hhuuhhh….” semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres.
Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injak diktat dosen tersebut. Kelas menjadi heboh.

Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.

Dosen: “Kamu?! Berani melecehkan saya? Kamu tahu apa yang kamu lakukan? Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya? Lancang kamu ya?” Si dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap tangan si dosen.

Mahasiswa: “Marah ya, Pak? Saya kan cuma menginjak kertas, Pak. Ilmu dan pikiran yang Bapak punya kan ada di kepala Bapak. Ngapain Bapak marah kalau yang saya injak cuma media buku kok. Wong yang saya injak bukan kepala Bapak. Kayaknya Bapak yang perlu dicerdaskan ya?”

Si dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat.

sumber : (pelangimuslim.com)